
Apa itu tari sembah ?

Tari Sembah merupakan tari penyambutan pihak besan laki-laki pada upacara pernikahan yang mulai muncul di Desa Lubuk Empelas Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan pada tahun 1956 oleh M. Natar.Ketika tahun 1989 tari Sembah berubah fungsi sebagai tari penyambutan tamu agung.
Taghik Sembah merupakan taghik penyambutan picek sabai ragah di upacara kawin sino mulai timbul di Tiyuh Lubuk Empelas Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan adok tahhun 1956 uleh M. Natar. Watteu tahhun 1989 Taghik Sembah jelema guno sebagai Taghik penyambutan temui balak..
Ciri khas
Ciri khas tarian ini adalah para penari yang menggunakan kuku panjang terbuat dari emas atau tembaga dan menari dengan lemah gemulai.
Tando khas thakhik ijo kabah penarei sai pakei kukeu tijjang jak mas atau tembago jamo menari jamo lemah gemuali
Sejarah tari sembah

Sejarah Tari Sembah berawal dari sebuah perundingan antara dua adat yang ada di Lampung, Saibatin dan Papadun. Dulu, Saibatin dan Pepadun memiliki tarian adat masing-masing, yaitu Tari Melinting dan Tari Sembah. Pemerintah Provinsi Lampung kemudian berinisiatif menjadikan salah satu diantara tari tersebut sebagai jati diri (identitas) budaya Lampung.
Maka diadakanlah sebuah perundingan yang diadakan di Gedung Dharma Wanita kota Bandar Lampung dan dihadiri oleh kedua para ketua adat, perwakilan dari Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung serta para ahli seni dari daerah dan pusat
Sejaghah taghik sembah berawal anjak sebuah perundingan antagha wa adat sai wat di Lappung, saibatin jamo pepadun
Dulu, saibatin jamo pepadun ngedok taghian adatnyo masing masing. Iyolah takhik melinting jamo takhik sembah. Perintah provinsi Lappung ghadu berinisiatif menjadikan salah sai diantara takhik ijo sebagai jati diri (identitas) budaya Lappung.
Mula diadakannyo sebuah perundingan sai digelar di gedung Dharma Wanita Bandar Lappung jamo dihagdihi uleh kedua ketua adat, perwakilab darei dinas pariwisatan, dinas pendidikan jamo kebudayaan provinsi Lappung nutuk para calak seni darei daerah pusat
Pakaian yang di kenakan

A. Bagian kepala
Gaharu

Gaharu kembang goyang merupakan aksesoris yang dibuat dengan menggunakan bahan dari kuningan yang dipasang pada sanggul.
Gaharu kembhang goyang merupakan aksesoris sai di buat ghik menggunakan bahan darei kuningan sai di pasang pado sanggul
Ikat kepala

Ikat kepala berfungsi sebagai penekan kepala yang terbuat dari kain berwarna merah dengan hiasan bunga dan pada bagian bawahnya terdapat ornamen daun dengan warna keemasan dari kuningan.
Ikat kepala berfungsi sebagai penekan uleu sai terbuat anjak kain kelir suluh jak hiasan kembang jamo pada jakkulnyo terdapat motif bulumg jak kelir mas anjak keningan
Sanggul belatung tebak

Pada tari sembah, Sanggul belatung tebak digunakan beserta dengan hiasan rangkaian kembang bunga melati (bunga melur).
Pado taghik sembah, sanggul belatunv tebak di gunokan berserta anjak hiasan rangkaian kembang melati (bungga melur)
Siger

Siger adalah mahkota khas adat Lampung yang dikenakan oleh pengantin wanita,
Siger iyolah kepiah mas khas adat Lappunv sai digonakan uleh pengantin wanita (dalam taghik)
Subang giwir

Subang Giwir atau giwang atau lebih dikenal dengan sebutan anting-anting adalah aksesoris yang dikenakan pada telinga penari.
Subang giwir atau giwang atau ighah dikenal anjak gelleu subang- subang iyolah aksesoris sai digunoken pada andok cuping penari
B. Bagian badan
Tapis pucuk rebung

Tapis Pucuk Rebung adalah kain tenun tradisional berbahan dasar katun dengan sulaman dari benang emas dengan motif pucuk rebung (tumpal) dan kain ini digunakan sebagai busana bagian bawah para penari.
Tapis pucung rebung iyolah kain tenun tradisionak bebahan dasagh katun anjak sulaman jak benang mas anjak mktif pucuk rebung ( tumpal ) jamo kain ini digunoken sebagai kawai bagian jakkul para penarei
Sesapur

Sesapur adalah baju kurung berwarna putih berlengan pendek (ada pula berlengan panjang) namun tidak berangkai pada setiap sisinya yang digunakan sebagai baju atasan.
Sesapur iyolan baju kurung kelir andak berlengan pukek ( ado juo berlengan tijjang) namun tidak berangkai pado bidang sisinya sai digunoken sebaghai kawai atasan
Selendang tapis

Selendang Tapis terbuat dari kain tenunan dengan sulaman benang kuning keemasan dengan warna yang paling dominan digunakan seperti hitam dan merah.
Selendang tapis terbuat anjak kain tenunan jak sulaman benang kuning kemasan anjak kelir sai paling dominan di gunoken gegeh agheng jamo suluh
Bebe usus ayam

Bebe Usus Ayam adalah penutup dada berwarna putih yang terbuat dari sulaman usus dari kain satin dengan motif menyerupai bunga teratai
Bebe usus ayam iyolah penutup dado berwarno andak sai tarbuat jak sulaman usus jak kain satin jamo motif menyerupai kembang teratai
Bulu seratte

Bulu Seratte atau sering disebut sebagai pending (bebadang) merupakan sabuk (ikat pinggang) dari kain beludru yang dilapisi kain merah dengan hiasan bunga yang terbuat dari bahan kuningan
Bulu serate atao sering disebut sebagai peding ( bebadang ) merupakan bubet ( ikat pinggang ) anjak kain beludru sai dilapisi bebughak suluh jamo dandanan kembang jak terbuat jamo bahan keningan
Buah jakum

Kalung buah jukum termasuk kalung yang cukup panjang, dikenakan dengan cara melingkarkan kalung tersebut dari bagian bahu, perut dan hingga ke bagian belakang.
Rattai buwah jukun termasuk rattai sai laghik tijjang. Dikenoken jamo caro melingkarkan rattai tersebut anjak pupping, betteng jamo sappai ke ajang belakang
Papan jajar

Papan jajar atau Mulan Tamanggal adalah ornamen yang digunakan pada leher, seperti kalung namun panjangnya menutupi dada,
Papan jajar atau mulan tamanggal adalah ornamen sai digunakan andok galah, seperti rattai namun panjannya kebbeken dado.
C. Gelang

Gelang kano

Gelang kano dibuat dengan menggunakan bahan dari kuningan yang telah diukir dan dikenakan pada kedua pergelangan tangan.
Gelang kano di guwai jamo menggunakan bahan jak keningan sai kak diukir jamo dikenakan adek keuwo pergelangan pungeu.
Gelang pipih

gelang pipih dibuat dengan menggunakan bahan dari kuningan yang telah diukir dengan bentuk pipih disertai rantai kecil dan dikenakan pada kedua pergelangan tangan
gelang ceppo di guwai jamo menggunakan bahan jak kuningan sai kak diukir jamo bettuk ceppo disertai rattai lunik jamo dikenakan adek keuwo pergelangan pungeu.
Gelang khui

Sedangkan gelang khui dibuat dengan menggunakan bahan dari kuningan dengan bentuk duri dan dikenakan pada kedua pergelangan tangan. Pada penggunaan gelangnya, susunannya diawali oleh gelang pipih, kemudian gelang khui pada posisi tengah dan terakhir gelang kano.
Sedangkan gelang khui dibuat jamo menggunakan bahan jak kuningan jamo bettuk ruwei jamo dikenakan adek keuwo pergelangan pungeu. Adek penggunaan gelangnya, sappen di mulo uleh gelang ceppo, ghadeu ini gelangkhui adek pek tengah jamo Ahir gelang kano.
Tanggai

Tanggai merupakan ornamen yang digunakan pada jari yang berbentuk seperti kuku imitasi dengan warna emas yang terbuat dari bahan kuningan.
Tanggai aksersoris tanggai tari sembah
Tanggai merupakan ornamen sai digunoken pada jarei sai berbentuk sepeghi kukeu imitasi ijo warno mas sai terbuat darei bahan tembago
Tepak

Tepak adalah wadah berbentuk kotak dari bahan kuningan guna menempatkan sekapur sirih dan perlengkapan menginang. Tepak beserta isinya diyakini dapat menangkal hal-hal negatif yang dapat mengganggu kelancaran acara yang sedang digelar (penolak bala).
Tepak adalah takeu berbentuk kutak darei dasar keningan guno menempatno sekapur sirih jamo perlengkapan mengingang. Tepak beserta isinyo diyakini dapok menangkal hal hal negatif sai dapok mengganggou acagha sai sedang di gelar